Sepertinya memang benar bahwa manusia diciptakan dengan keunikan dan potensinya masing-masing. Buktinya saya,, dari dulu hingga saat ini saya suka sekali dengan menulis. Ketika menulis ada rasa ketenangan dan ketentraman saat emosi serta pikiran bisa dituangkan dalam sebuah kata-kata. Entah tulisan itu dirasa penting atau tidak, yang penting saya tetap menulis. 😊
Berbicara tentang menulis, sedari SD saya suka sekali menulis puisi. Tidak jarang tulisan puisi itu saya bacakan didepan kelas. Sontak teman-teman sekelas terheran-heran dengan bacaan puisi saya. Gak tau juga sih terherannya karna apa wkwk.. antara bagus kalau gak yaa hmhm jelek hehehe.. Tapi saya orangnya selalu masa bodoh dengan pandangan orang tentang diri saya. Yang jelas sih, saya udah berani mencoba. Bahkan dulu saat pelajaran Bahasa Indonesia, ketika ada materi tentang menulis sastra puisi, bisa dipastikan saya maju duluan didepan kelas. Mungkin saya emang ke-PD-an kali ya Hehehe ... Yaa itu lah keunikan saya. Rasanya darah seni ini mengalir deras dalam sanubari saya.. Eh tapi ini beneran jujur ya,, saya memang mencintai dan suka karya sastra, entah itu puisi, pantun, sajak, karya ilmiah, berbau drama-drama maupun menulis buku.
Tak ayal hasil terlalu ke-PD-an nya berbuah manis. Saat semasa SMP ataupun SMA saya sering mendapatkan juara untuk cabang membaca puisi, bahkan saya pernah ikut FLS2N di tingkat kabupaten dan hamdallah nya juara 1. Ga tau sih itu sekedar keberuntungan atau apa yang jelas selalu saya syukuri. Walaupun ada drama-drama sedih juga saat mau ke tingkat selanjutnya. Mungkin dilain waktu kali ya ceritanya. Eh jangan ding cukup Allah SWT dan saya aja yang tau wkwk.. Tak hanya itu di perlombaan lain pernah saya ikuti tentang musikalisasi puisi tingkat provinsi bersama rekan kelompok. Dimana untuk yang belum tau musikalisasi puisi itu memadupadankan antara alat musik, nyanyian ataupun alunan puisi yang kita buat sendiri. Lagi-lagi alhamdulillahnya saya dan tim berhasil membawa pulang piala juara 1 kembali ke kampung halaman tercinta. Tapi sayangnya video nya udah ga tau kemana. Maklum zaman-zaman dulu gaptek banget ama teknologi,, sampai sekarang juga sih sebenernya "gaptek" wkwk jadi videonya udah hilang ga tau kemana. Dannnnnn masih banyak kompetisi lainnya yang saya ikuti dibidang puisi ini bahkan kegagalan pun juga pernah saya dapatkan, tapi itu adalah cambukan bagi saya agar bisa memperbaiki diri lagi dan lagi, berusaha melatih diri untuk siap dan sigap dibawah tekanan kompetisi yang ketat.
Lanjut cerita lagi yaa..(Eh jangan bosen dulu masih panjang banget. 😅...) Tidak hanya menulis puisi atau pun membacakannya, saya juga suka sekali menulis karya ilmiah. Pengalaman saya menulis karya ilmiah mungkin akan saya ceritakan di blog ini sebagai motivasi untuk teman-teman yang sekarang sedang mulai belajar mencintai menulis, entah itu karena skripsi, eh canda skripsi ataupun tugas-tugas perkuliahannya baik makalah, proposal dan lain sebagainya. Sekelumit kisah perjuangan dalam belajar menulis saya rasakan ketika saya sedang duduk dibangku SMP. Bermodal nekat dan penasaran, saya akhirnya mencoba membranikan diri untuk mengikuti lomba menulis karya ilmiah di tingkat provinsi untuk cabang SMP. Masih teringat dalam benak saya siang malam saya bimbingan dengan guru Bahasa Indonesia mulai dari mencari judul hingga kesimpulan penulisan. Saat itu judul inovasi yang saya tawarkan adalah membuat suatu gerakan kecil mengurangi sampah plastik air minum kemasan dan menjaga air di bumi tercinta. Permasalahan ini saya temukan saat teman-teman di sekolah banyak membuang sampah air minum kemasan tidak pada tempatnya dan ditambah masih tersisa air di dalam kemasan mineral itu. Bayangkan saja berapa banyak sampah air mineral setiap harinya dan air yang terbuang percuma saat siswa tidak menghabiskan air yang diminumnya didalam kemasan mineral. Akhirnya langkah konkrit dalam inovasi itu munculah gerakan siswa untuk membawa tempat makan sendiri dan membawa tempat minum dari rumah serta air minum disediakan dari sekolah dalam bentuk galon mineral isi ulang. Inovasi itu saya bawakan ke tingkat provinsi dan berhasil meraih pencapaian terbaik. Saya kemudian diikutsertakan ke tingkat nasional untuk menjadi perwakilan provinsi saya dalam pemilihan duta sanitasi nasional. Rasa syukur yang teramat dalam sebagai anak dusun yang bisa menapakan kakinya ke ibukota negara, dengan jerih payah sendiri..selalu saya maknai sampai saat ini.
Tidak hanya di SMP, semasa SMA pun setiap semesternya pasti ada saja perlombaan menulis karya ilmiah yang saya ikuti. Mulai dari mengalami kemenangan hingga kegagalan berkompetisi pernah saya alami. Penghargaan yang pernah saya dapatkan dalam menulis salah satunya adalah mendapatkan harapan 2 dalam kategori engineering innovation di Bukit Asam Innovation Award bersama rekan seperjuangan.
Pencapaian maksimal semasa SMA menurut saya dalam bidang menulis karya ilmiah adalah menjadi top 10 dengan karya inovasi tingkat nasional terbaik kategori kimia dalam bidang olimpiade penelitian sains Indonesia di Jakarta yang dipamerankan. Sebelum pencapaian ini sudah bisa dipastikan lebih banyak kegagalannya. Satu prinsip lagi yang saya pegang.."Beranilah mencoba dibanding tidak sama sekali".
Tapi ga apa, ini lah yang membuat diri kita selalu berpikir dewasa, kritis dan berani belajar dai sebuah kesalahn. dan tentunya saya berterimakasih kepada Allah SWT atas nikamt sempat ini..Semoga kenikmatan dalam menulis ini selalu engkau berikan pada hamba yang lemah ini..Tidak hanya sampai disitu semasa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi saya juga mulai membuat tulisan dalam bentuk buku dan jurnal. Ini saya lakukan agar sejarah mencatat dan mengenang perjalanan saya.
Setiap manusia itu unik, punya cerita dan dan jalan hidupnya masing-masing. Tidak usah minder dan cobalah bersikap bodo amat tentang pendapat orang lain ke diri kita (Eh tapi kalau pendapatnya baik sih boleh dipertimbangin, kalau sebaliknya mah anggap angin lalu aja 😁wkwwk..). Kembangkan selalu potensi yang ada, lakukanlah selagi itu menuju pada kebaikan. Oh ya, gambar diatas cuman sebagai pelengkap dan penjelas bahwa saya pernah ada dimomen berharga itu. Tidak bermaksud untuk apa-apa. Walaupun perjalanan sudah sejauh ini, tentu masih banyak pengalaman dan pembelajaran yang harus didapat. Jangan cepat puas dan mudah menyerah untuk masalah ilmu ataupun pengalaman. Semoga banyak karya yang akan selalu dilahirkan...tidak hanya untuk saya tapi juga untuk kalian yang sekarang sedang membaca.
Mungkin itu adalah sekelumit kisah perjuangan yang saya maknai sebagai keunikan dari diri saya. Nantikan terus cerita selanjutnya....Semoga teman-teman yang membaca selalu diberikan kebahagian dan selalu berproses menjadi lebih baik. Ambil sisi positif dari tulisan ini semoga bisa menjadi motivasi untuk teman-teman.
Salam Hangat..💓







Tidak ada komentar:
Posting Komentar